Sabtu, 18 Maret 2017

PERSEPSI


Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimiliki (yang disimpan didalam ingatan) untuk mendeteksi atau memperoleh dan menginterprestasi stimulus (rangsangan) yang diteriman oleh alat indera seperti mata, telinga, dan hidung (Matlin, 1989; Solso,1988). Secara singkat dapat dikatakan bahwa prsepsi merupakan suatu proses menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem indera manusia. Misalnya pada waktu seorang melihat sebuah gambar, membaca tulisan, atau mendengar suara tertentu, ia akan melakukan interprestasi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya dan relevan dengan hal-hal itu.

 

Pengertian persepsi menurut para ahli :

1.      Bimo Walgito menyatakan bahwa persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya.

 

2.      Davidoff  berpendapat bahwa persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu.

 

3.      Bower memberikan definisi yang hampir sama dengan kedua tokoh di atas bahwa persepsi adalah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu.

 

 

Menurut Teori Gestalt :

1.   Prinsip-prinsip presepsi merupakan prinsip pengorganisasian yang mendasarkan pada Teori Gestalt.

2.  Dikembangkan di German oleh ahli psikologi,Marx Wertheirmer yang meneliti bagaimana manusia mempersepsikan dan mengorganisasikan sekumpulan obyek atau elemen secara visual.

3.  Teori Gestalt mengemukakan bahwa persepsi bukanlah tentang bagian-bagian yang di indera seseorang,melainkan berbicara tentang keseluruhan

 (the whole).

Persepsi memiliki banyak sekali pengertian. Secara sederhana persepsi mengandung arti cara seseorang dalam memahami sesuatu atau bagaimana ia melihat suatu objek. Persepsi juga berarti proses pemahaman atau pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadaop objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Lewat persepsi lah, proses kognisi dimulai

 

Persepsi dalam arti sempit : adalah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu . Dalam arti luas : adalah pandangan atau pengertian , yaitu bagaimana seeseorang memandang atau mengartikan sesuatu.

 

Presepsi mencakup dua proses yaitu bottom-up atau data driven processing (aspek stimulus), dan top-down atau conceptually driven processing (aspek pengetahuan seseorang). Hasil persepsi seseorang mengenai sesuatu objek disamping dipengaruhi oleh penampilan objek itu sendiri, juga pengetahuan seseorang mengenai objek itu. Ada tiga aspek dalam presepsi yang dianggap sangat relevan dengan kognisi manusia, yaitu pencatatan indera, pengenalan pola, dan perhatian.


Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi :

1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

•Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.

•Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.

•Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

•Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

•Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana      seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

•Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.


2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

•Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.

•Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.

•Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.

•Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

•Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

 

 
Hukum Persepsi Berdasarkan Teori Gestalt :


a. Hukum kedekatan (proximity), objek-objek visual yang terletak berdekatan atau tampil didalam waktu yang bersamaan cenderung dipersepsikan sebagai satu kesatuan

b. Hukum kemiripan (similarity), objek-objek visual yang memiliki struktur sama atau mirip cenderung di persepsi atau dilihat sebagai satu  kesatuan (kelompok).

c. Hukum kontinuitas (kesinambungan), objek-objek visual cenderung dipersepsikan sebagai  satu kesatuan apabila berada di dalam satu arah pandangan.

d. Hukum ketutupan (closure), elemen-elemen objek stimulus yang kurang lengkap cenderung dilihat secara lengkap.

e. Hukum figure-ground, tata letak sejumlah objek meski kurang beraturan cenderung dipersepsikan secara baik, sederhana dan bermakna tertentu.



 
Jenis-jenis persepsi :
 ·         Persepsi visual
Persepsi visual didapatkan dari penglihatan. Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Banyak binatang yang indra penglihatannya tidak terlalu tajam dan menggunakan indra lain untuk mengenali lingkungannya, misalnya pendengaran untuk kelelawar. Manusia yang daya penglihatannya menurun dapat menggunakan alat bantu atau menjalani operasi lasik untuk memperbaiki penglihatannya. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
 
·         Persepsi auditori
Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Tidak semua suara dapat dikenali oleh semua binatang. Beberapa spesies dapat mengenali amplitudo dan frekuensi tertentu. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Bila dipaksa mendengar frekuensi yang terlalu tinggi terus menerus, sistem pendengaran dapat menjadi rusak
 
·         Persepsi perabaan
Persepsi perabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. Kulit dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian epidermis, dermis, dan subkutis. Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh. Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
 
·         Persepsi penciuman
Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Penciuman, penghiduan, atau olfaksi, adalah penangkapan atau perasaan bau. Perasaan ini dimediasi oleh sel sensor tespesialisasi pada rongga hidung vertebrata, dan dengan analogi, sel sensor pada antena invertebrata. Untuk hewan penghirup udara, sistem olfaktori mendeteksi zat kimia asiri atau, pada kasus sistem olfaktori aksesori, fase cair. Pada organisme yang hidup di air, seperti ikan atau krustasea, zat kimia terkandung pada medium air di sekitarnya. Penciuman, seperti halnya pengecapan, adalah suatu bentuk kemosensor. Zat kimia yang mengaktifkan sistem olfaktori, biasanya dalam konsentrasi yang sangat kecil, disebut dengan bau.
 
·         Persepsi pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Pengecapan atau gustasi adalah suatu bentuk kemoreseptor langsung dan merupakan satu dari lima indra tradisional. Indra ini merujuk pada kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. Pada manusia dan banyak hewan vertebrata lain, indra pengecapan terkait dengan indra penciuman pada persepsi otak terhadap rasa. Sensasi pengecapan klasik mencakup manis, asin, masam, dan pahit. Belakangan, ahli-ahli psikofisik dan neurosains mengusulkan untuk menambahkan kategori lain, terutama rasa gurih (umami) dan asam lemak. Pengecapan adalah fungsi sensoris sistem saraf pusat. Sel reseptor pengecapan pada manusia ditemukan pada permukaan lidah, langit-langit lunak, serta epitelium faring dan epiglotis.
 
 

 
Dalam contoh gambar ini,mungkin Anda akan melihat gambar seorang gadis yang sedang memandang ke arah kanan. Pada gambar kedua, mungkin seseorang masih akan melihat seorang gadis seperti pada gambar yang pertama, tapi sebagian orang yang lain akan melihat seorang nenek. Nenek atau gadis yang Anda lihat? Apakah Anda juga bisa melihat yang sebaliknya [dari gadis ke nenek, dan dari nenek ke gadis]? Apakah Anda bisa melihat keduanya pada saat yang bersamaan?
 
Contoh klasik ini menggambarkan the power of perception. Gambar ini adalah sebuah stimulus sederhana yang hanya menyangkut satu sensasi yaitu visual, dan cukup untuk menghasilkan persepsi yang berbeda. Bayangkan dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak pengalaman perseptual yang sangat mungkin menimbulkan persepsi yang berbeda.


Selasa, 27 September 2016

SELF TALK


 
 
 
 
 
 
 
 
Apaan sih? Dia yang salah kok! Bukan aku! Dia sendiri yang suka ngisengin, eh..diisengin balik dia nangis! Masa' iya? Ada orang seegois itu? Semuanya harus sesuai keinginan dia gitu? Ih.. masih ada ya orang macam itu? Pengen menang sendiri!"

Pernah gak self talk seperti itu? Atau seperti ini..

"Ini anak... gak pernah berubah! Selalu aja bikin masalah! Pengen sekali nonjok muka dia yang nyebelin seperti itu. Gak cakep, sok-sokan lagi. Emang sih dia pinter suka bantu orang lain. Tapi.. aku rasa dia hanya cari muka!"

Kalau iya, Mimin ucapkan selamat! Bahwa kamu memiliki kemampuan intropeksi diri yang sangat kuat. Nah loh?

Stop berprasangka dulu ya?

Coba kita pahami. Self talk atau ngomong dengan diri sendiri adalah satu dari sekian kemamuan yang dapat kita gunakan untuk membentuk pribadi yang kuat dan tanngguh. Kemampuan ini, jika diasah dengan baik, menjadikan kita orang yang sangat peka terhadap kesedihan orang lain. Ingat ya? Syaratnya diasah dengan baik!

Perihal self talk yang dicontohkan Mimin di atas, kalau dilihat isinya memang jauh dari kata baik. Tetapi.. perlu disadari bahwa self talk adalah kelebihan yang harus diasah dengan baik. Semisal seperti contoh di bawah ini :

"Hari ini aku sudah melakukan apa saja ya? Ini sudah itu sudah. Apakah yang aku lakukan ini bermanfaat bagi orang lain? Semoga saja iya. Tapi.. apakah sikapku tadi tidak berlebihan ama si dia? Kok rasanya ada yang ganjal ya? Teruss... Apa iya dia yang salah? Jangan-jangan aku melakukan pembenaran diri lagi? Yasudahlah.. Aku belum begitu jelas tahu aku yang benar atau dia. Besok saja aku tanyakan ke dia. Biar gak jadi prasangka buruk. Sekarang.. aku maafkan diriku sendiri. Aku maafkan segala kesalahan teman-temanku yang melakukan kesalahan kepadaku. Aku juga berterima kasih dan mendoakan mereka agar setiap jengkal langkahnya adalah kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain. Terima kasih juga pada Tuhan yang selalu ada untukku."

Nah... kalau sudah mengasah self talk setiap hari dengan cara yang baik, pasti nanti menjadi kebiasaan yang baik juga. Bahkan! Bisa jadi mengubah sudut pandang serta sifat dan sikap kita yang selama ini dirasa kurang menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain.

Latih! dan Latih! Self Talk dengan cara yang baik terus menerus. Semoga menjadi kebiasaan yang positif bagi kita. Daaaan... satu hal lagi. STOP! Menginginkan Hasil yang INSTAN!
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kamis, 15 September 2016

TIPS BELAJAR PSIKOLOGI (#1)


 
1. PSIKOLOGI ITU ILMU PASTI!

Baru tahu ya kalau psikologi itu ilmu pasti? Yups.. psikologi hadir berawal dari penelitian Wilhelm Wundt. Seseorang yang sekarang dijuluki bapak psikologi. Memang sih.. sejarahnya dulu psikologi ikut ilmu filsafat yang hakekatnya berpikir. Tetapi waktu Wilhelm Wundt meneliti, akhirnya psikologi jadi disiplin ilmu tersendiri.

Banyak kawan-kawan Mimin (Non Akademisi Psikologi) yang sering menganggap mimin bisa membaca pikiran. Terus ujung-ujungnya menyamakan mimin dengan dukun dan pada akhirnya mimin sedikit tersinggung. Lama kelamaan.. ya sudah biasa karena mimin sadar bahwa orang yang ngomong tersebut tidak tahu psikologi. Sebenarnya Psycho Fams, tidak ada yang bisa membaca pikiran secara langsung, kecuali orang yang diberikan oleh Tuhan keistimewaan (Gift). Akademisi psikologi membaca pikiran orang dari perilakunya. Mengamati kebiasaannya dan menginterpretasi (menafsirkan) sesuai dengan panduan yang tertulis di buku. Hal tersebut kemudian berulang-ulang dilakukan.

Kebiasaan belajar seperti itulah membuat akademisi psikologi menjadi orang yang mampu membaca pikiran orang lain.

2. INTROPEKSI DIRI = MENGENAL DIRI

Nah.. ini nih yang terpenting. Harus mengenal diri sendiri! Kita pasti tidak suka kan disakit? Yups.. maka jangan menyakiti orang lain. Kita juga senang kan dihargai? Yups.. maka hargailah orang lain.

Ada istilah keren di psikologi yang digunakan oleh konselor ahli. Istilah tersebut adalah "Proyeksi". Setiap gerakan kita akan memproyeksikan diri kita sendiri dan juga seringkali memproyeksikan orang lain.

Loh kok bisa?

Ya bisa. Kita sama manusianya. Walaupun kita mengakui ada perbedaan kepribadian antara orang satu dengan orang lain, tetapi kita tidak boleh memungkiri persamaan kita dengan orang lain.

Kalau boleh sarankan nih, cara berpikirnya harus 'holistik atau holisme'. Apa itu? Kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) : holisme/ho·lis·me/ n cara pendekatan terhadap suatu masalah atau gejala, dengan memandang masalah atau gejala itu sebagai suatu kesatuan yang utuh. Nah.. setiap orang (termasuk diri sendiri) harus kita pandang secara utuh mulai dari kebaikannya, kejelekannya, kekurangannya, kelebihannya, kesalahannya, kebenarannya, dan lain-lain.

3. PERBANYAK OBSERVASI (PENGAMATAN)!

Ketika belajar psikologi pertama kali, berlatihlah terus menerus dalam mengamati orang lain. Mulai dari yang gerakan terkecil sampai gerakan yang besar. Semuanya harus dilihat sedetil mungkin. Kemudian, hasil pengamatan kita catat di kertas atau media lain. Setelah itu barulah kita tafsirkan (interpretasi) sesuai dengan panduan (buku psikologi) yang kita miliki

Lakukan hal tersebut secara berulang-ulang. Jangan lupa juga untuk diskusi atau sharing dengan kakak kelas yang sudah terlebih dahulu belajar psikologi. Perpaduan ilmu pengamatan yang didapat dari lapangan, buku panduan serta dari pengalaman kakak kelas, akan lebih mempertajam kemampuan pengamatan kamu di lapangan. Tetapi tetap harus diingat bahwa faktor latihanlah yang utama.

4. BACA BUKU PSIKOLOGI

Bacalah buku psikologi sebanyak yang kamu mampu. Orang yang hanya mengandalkan pemikirannnya (perenungannya) saja, tidak akan mampu untuk membuat kemajuan. Mengapa? Karena orang yang hanya mengandalkan perenungannya, bisa jadi segala hasil perenungannya tersebut bersifat subyektif dan sempit.

Dengan membaca buku, sebenarnya kita sedang memahami setiap pengalaman peneliti/penulis pada saat meneliti di lapangan dan dari buah pikirnya yang didapat dengan cara membaca juga. Bagi ilmuwan atau profesi psikologi pun, membaca termasuk dalam kewajiban sehari-hari yang harus dilakoni. Mulai membaca jurnal penelitian, membaca buku yang penulis/pengarangnya ilmuwan atau profesi psikolog lainnya, dll.

5. DISKUSI DENGAN AHLI

Kamu-kamu yang sekarang masih menjadi mahasiswa semesster muda, banyak-banyak belajar deh dari kakak kelas atau dosen secara privat. Dengan cara ini, kamu-kamu akan lebih cepat memahami psikologi dan juga selalu ada penyemangat untuk belajar psikologi.

Selain itu, yang terpenting! Dengan kita berdiskusi pada orang yang lebih ahli, pemahaman kita lebih terarah dibanding dengan orang yang tidak berdiskusi dengan para ahli.

Bagi kamu yang masih malu-malu, takut atau apalah, segera buang jauh-jauh pemikiran tersebut. Sangat rugi loh kalau gak berdiskusi dengan para ahli (kakak kelas dan dosen)


6. DON'T JUDGE!

Psycho Fams! Berhenti menyebut diri punya gangguan A, atau gangguan B, atau gangguan yang lain. Sejujurnya.. setiap orang yang belajar psikologi di bangku kuliah, tidak diperkenankan menjustifikasi (memberikan penilaian) diri sendiri atau orang lain mengenai gangguan atau penyakit jiwa kecuali mereka yang udah memiliki Surat Sebutan Psikolog atau Psikiater (Dokter Spesialis Jiwa)

Ketika kita menjustifikasi diri dengan hanya informasi sekilas yang ada di internet dan tanpa dasar yang jelas, sebenarnya kita memberikan label negatif pada diri sendiri. Kalau sudah memberikan label negatif kepada diri sendiri, bisa jadi merusak Cara Berpikir kita. Walhasil... semua yang seharusnya bisa belajar psikologi menjadi kacau pikirannya hanya karena memilikirkan gangguannya tersebut.

Kalau pengen tahu diri sendiri memiliki gangguan atau tidak, lebih baik datang langsung ke Psikolog atau ke Psikiater.
 

Lets Share Happiness With Psychology ;) | Need Information? Please Whatsapp : 085731370637 | BBM :5F121DF5. Follow Our INSTAGRAM and Like Our FACEBOOK. :D

#LapakPsikologi #Psikologi

LAPAK PSIKOLOGI

6 Rahasia Membaca Pikiran Ala Anak Psikologi





Anak Psikologi Tidak Dapat Membaca Pikiran
Anak psikologi selalu diidentikkan dengan membaca pikiran. Tak jarang, banyak orang yang bertemu dengan anak psikologi selalu ingin dibaca dirinya (dibaca : diberitahu kepribadiannya) atau justru lari ketakutan karena tidak ingin kepribadiannya diketahui. Walhasil anak psikologi dari semester bawah sampai semester atas harus terbiasa dengan itu semua.

Tetapi, apakah benar anak psikologi dapat membaca pikiran?

Kenyataannya anak psikologi tidak dapat membaca pikiran orang lain. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural yang mungkin dapat membaca secara langsung pikiran orang lain. Sedangkan anak psikologi mencoba memahami kecenderungan perilaku orang yang ada di sekitar mereka. Cara-cara yang mereka gunakan untuk memahami kecenderungan perilaku :

  1. Teori psikologi : Hampir semua teori yang dipelajari anak psikologi, menjelaskan tentang kecenderungan manusia itu sendiri. Mereka mempelajari tidak hanya pada satu aspek saja. Melainkan dari berbagai macam aspek seperti perkembangan manusia, sosial, individu, medis dan lain sebagainya.
  2. Mencocokkan pengalaman : Seringkali mahasiswa psikologi curcol kepada dosen ketika pelajaran berlangsung. Mereka menceritakan pengalaman yang mereka alami sendiri atau pengalaman orang lain yang diceritakan pada dirinya untuk dicarikan solusi yang tepat. Dengan cara ini, anak psikologi tahu kemungkinan-kemungkinan pribadi orang lain dari masalah yang dialami orang tersebut.
  3. Observasi : Untuk memperkuat keyakinan mereka, anak psikologi tak jarang mengamati perilaku orang-orang di sekitarnya mulai dari yang terkecil hingga perilaku yang tampak sangat jelas.
  4. Wawancara : Moment tanya jawab juga digunakan anak psikologi untuk menggali kepribadian orang yang mereka ajak bicara. Biasanya anak psikologi menggunakan bahasa yang persuasif kepada lawan bicaranya.
  5. Tugas Dari Dosen : Ini salah satu pembentuk yang paling penting. Anak psikologi ditempa kemampuannya dari tugas-tugas dari dosen yang hampir keseluruhannya harus turun ke lapangan.
  6. Sharing pengalaman : Anak psikologi selalu memiliki ciri khas masing-masing. Mereka mempelajari satu sub disiplin psikologi secara matang. Setelah itu, mereka berbagi dengan teman sejawatnya untuk mengetahui perkembangan sub disiplin psikologi lainnya. Dengan berbagi pengalaman inilah anak psikologi mengetahui kecenderungan perilaku orang lain dari berbagai sudut pandang
Bagi mereka yang belajar psikologi, walaupun memahami kecenderungan perilaku orang lain, mereka tidak dapat membaca pikiran siapapun. Selain itu, anak psikologi juga terikat oleh kode etik psikologi agar tidak bertindak sewenang-wenang dengan menyalahgunakan psikologi pada orang disekitarnya. Anak psikologi bukanlah dukun yang dapat membaca pikiran. Mereka akademisi yang belajar dari penelitian para ilmuwan psikologi dan pengalaman yang mereka dapat.
 

Lets Share Happiness With Psychology ;) | Need Information? Please Whatsapp : 085731370637 | BBM :5F121DF5. Follow Our INSTAGRAM and Like Our FACEBOOK. :D

#LapakPsikologi #Psikologi

Rabu, 24 Agustus 2016

KUMPULAN PUISI CINTA BEDA KEYAKINAN






Kalung Tasbihku dan Kalung Salibmu
Puisi karya: Rayhandi

Semuanya tentang kenyataan
Kenyataan bahwa kita berbeda
Kita berbeda karena kita taksama
Kita terpaut 

Kita berbeda jauh
Karena kita bertuhan taksama
Cinta kita terlarang
Hanya karena iman di ceruk dada

Kita tidak bisa bersama 
Kalung tasbihku berbeda dengan kalung salibmu
Kitabku berbeda dengan kitabmu
Tuhanku berbeda dengan tuhanmu

Sejauh itu kita berbeda
Bukankah harusnya perbedaan bisa di satukan dengan cinta?
Karena cinta menyatukan perbedaan

Haruskah kita berpisah
Meski cinta di hati enggan pergi
Meski perbedaan membelenggu kita
Haruskah kita mendustakan cinta.

 


 

   

Cinta Yang Beda

 

Aku mencitai tuhanku,begitu juga aku mencintaimu
Namun begitu menyiksa,untukku memilih
Antara kau atau Tuhanku…
Karna kau telah membuat hatiku menyatu dengan hatimu
Di setiap malam detikan jam membangunkanku
Terdiam aku merenungkan semua tentangmu
Dalam sujudku aku selalu berdo’a
Memohon petunjuk yang akan membawaku,
Keluar dari kebimbangan
Terlintas dalam pikiranku..
Tuk melupakan semua tentangmu
Tapi kau semakin dekat,dan mendekat denganku
Semakin lama,semakin aku takut
Takut dengan dosa
Bagaimana kau menjadi imamku,
Jika Tuhanku dan Tuhanmu tak sama
Jika perbedaan menghalangi kita
Mengapa ada perbedaan ?
Perbedaan antara aku dan engkau
Akankah menjadi sebait puisi yang indah ?
Atau menjadi debu yang diterpa angin,dan terlupakan
Andai saja tidak ada Tuhan
Biar kita semua sama
Biar kita saling mencinta
Namun,dapatkan kita hidup bersama ?
Diatas keyakinan kita yang berbeda
Tapi,semua ku kembalikan pada mu
untuk memilih suatu yang menentukan kehidupanmu
By.Erna febrianti






Rasulku Adalah Tuhan Mu 


Sulit Mengungkapkan dengan sebuah kata-kata
karena rindu ini terus saja membara 
aku terus saja ingin bersama 
meski kita berbeda

Perbedaan di antara kita begitu terasa 
jum'at ibadahku pada sang kuasa 
Kau minggu dengan keluargamu
menyembah Rasulku 

Aku Menghargai ia sebagai seorang nabi 
Kau menghargainya sebagai tuhan pengelola bumi
Butuh kekuatan hati 
Untuk kita terus bertahanan dalam zona ini

Perbedaan kekal ini sungguh menghantui
terkadang bayang-bayang perpisahan menghampiri
sulit hati ini untuk memungkiri 
bahwa cinta ini tulus dan suci

Hubungan ini sudah tak bisa aku teruskan 
karena akan ada tembok besar yang akan jadi sandungan 
aku harus bisa melupakan 
kasih do'aku padamu semoga kau dapat lelaki yang se iman.










 CINTA

Hujan yang menggenangi
Larutkanlah sesal dihati
Akan cinta yang tak mungkin terwujudkan
Karena dinding perbedaan

Dinding yang begitu jelas
Akan cintaku yang lugas
Dinding percintaan beda agama
Juga pesan ayahanda
Pesan untuk mencari pasangan
Yang satu dalam kepercayaan
 
Aku terdiam...
Membiarkan pelayaran cintaku menjadi karam
Di samudera cinta
Aku membiarkan hilang nahkoda
Maafkan sayangku...
Walau cintaku besar padamu
Namun cinta pada agama
Lebih dari segalanya